Posted by: dumexpasaribu | November 2, 2008

Liver again…(ttg liver & hepatitis)

It is only the liver that can purify the bloodstream and we only have one liver (Dr. Sandra Cabot)

Aku benar2 ingin mengetahui liver dan penyebab sakit liver… Aku kehilangan orang terkasih karena sakit liver. Aku berusaha mencari tahu tentang liver dan kemudian menemukan beberapa artikel tentang liver. Setelah mengumpulkan informasi itu, aku coba post di blog, berharap akan banyak orang yang turut memahami arti pentingnya liver (hati). God bless.

Liver (Hati)

Letak hati (liver) didalam tubuh

Hati (liver) adalah organ tubuh bagian dalam terbesar yang memiliki diameter terbesar sekitar 18-22 cm dengan berat sekitar 1,5 kg.

Hati memiliki fungsi yang luarbiasa pentingnya bagi kehidupan, seperti:

1. Mengubah racun, residu obat, alkohol dan bahan berbahaya yang diproduksi oleh tubuh menjadi unsur yang dapat diterima oleh organ lain untuk dikeluarkan melalui ginjal dan usus. Banyak jenis obat harus di cerna didalam hati sebelum berfungsi sempurna.

2. Memecah sel darah merah yang sudah tua dan mengubah hemoglobin (substansi yang membawa oksigen di dalam sel darah merah) menjadi bile, untuk kemudian disalurkan kedalam kantung empedu untuk keperluan selanjutnya. Bila dibutuhkan, bile ini akan dikeluarkan melalui usus untuk membantu emulsi lipid serta menyerap vitamin yang dibutuhkan dari konsumsi makanan.

3. Memproduksi, menyimpan dan mengedarkan glukosa untuk seluruh bagian tubuh. Disamping juga mengawasi kadar kolesterol dalam darah, mengolah dan memproduksinya sebanyak dibutuhkan. Hati akan menyimpan glukosa dalam bentuk glikogen yang kemudian diubah menjadi glukosa jika sewaktu-waktu tubuh membutuhkan energi.

4. Mengolah protein, sebagaimana yang dibutuhkan untuk memproduksi kadar kekentalan darah, untuk mengirimkan zat gizi ke organ lainnya dan sebagian lagi berfungsi untuk memproduksi daya tahan tubuh atas infeksi.

5. Memainkan peranan penting dalam metabolism protein dan lemak. Hati bertanggung-jawab terhadap produksi empedu yang dihasilkan pada kantong pundi-pundi empedu yang dikeluarkan sewaktu pencernaan lemak.

6. Menyimpan vitamin A, D, K, B12 dan folat yang diperlukan dalam proses pembekuan darah

7. Menetralkan racun (detoxifier), menghancurkan atau mengubah zat-zat berbahaya seperti amoniak, sisa metabolism tubuh, obat-obatan, alkohol dan bahan2 kimia lainnya sehingga zat-zat ini bisa disekresikan dari dalam tubuh.

Dibawah mikroskop, sel hati akan memiliki ruang-ruang halus yang berfungsi sebagai filter aliran darah. Filter tersebut dirancang sedemikian rupa untuk menghancurkan zat2 berbahaya dan yang tidak diperlukan oleh tubuh, seperti sel2 mati, mikroorganisme (bakteri, jamur, virus dan parasit), zat2 kimia, sisa obat2an, dan khususnya puing2 yang tidak penting di aliran darah. Mikroorganisme berbahaya bisa memasuki tubuh melalui air minum mentah atau yang tidak bersih, makanan yang terkontaminasi atau kontak dengan barang-barang yang tidak higienis. Jika mikroorganisme ada dalam jumlah yang berlebihan, dapat menyebabkan hati bekerja overwork sehingga dapat merusak fungsi hati (liver dysfunction).

Hepatitis (peradangan hati)

Istilah “Hepatitis” dipakai untuk semua jenis peradangan pada hati (liver). Penyebabnya dapat berbagai macam, mulai dari virus sampai dengan obat-obatan, termasuk obat tradisional. Virus hepatitis juga ada beberapa jenis, hepatitis A, hepatitis B, C, D, E, F dan G. Manifestasi penyakit hepatitis akibat virus bisa akut ( hepatitis A ) dapat pula hepatitis kronik ( hepatitis B,C ) dan adapula yang kemudian menjadi kanker hati ( hepatitis B dan C).

Hepatitis ASeringkali infeksi hepatitis A pada anak-anak tidak menimbulkan gejala, sedangkan pada orang dewasa menyebabkan gejala mirip flu, rasa lelah, demam, diare, mual, nyeri perut, mata kuning dan hilangnya nafsu makan. Gejala hilang sama sekali setelah 6-12 minggu. Orang yang terinfeksi hepatitis A akan kebal terhadap penyakit tersebut. Berbeda dengan hepatitis B dan C, infeksi hepatitis A tidak berlanjut ke hepatitis kronik. Masa inkubasi 30 hari.Penularan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi feces pasien, misalnya makan buah-buahan, sayur yang tidak dimasak atau makan kerang yang setengah matang. Minum dengan es batu yang prosesnya terkontaminasi.
Saat ini sudah ada vaksin hepatitis A, memberikan kekebalan selama 4 minggu setelah suntikan pertama, untuk kekebalan yang panjang diperlukan suntikan vaksin beberapa kali. Pecandu narkotika dan hubungan seks anal, termasuk homoseks merupakan risiko tinggi tertular hepatitis A.

Hepatitis BGejalanya mirip hepatitis A, mirip flu, yaitu hilangnya nafsu makan, mual, muntah, rasa lelah, mata kuning dan muntah serta demam. Penularan dapat melalui jarum suntik atau pisau yang terkontaminasi, transfusi darah dan gigitan manusia. Pengobatan dengan interferon alfa-2b dan lamivudine, serta imunoglobulin yang mengandung antibodi terhadap hepatitis-B yang diberikan 14 hari setelah paparan. Vaksin hepatitis B yang aman dan efektif sudah tersedia sejak beberapa tahun yang lalu. Yang merupakan risiko tertular hepatitis B adalah pecandu narkotika, orang yang mempunyai banyak pasangan seksual.

Hepatitis DHepatitis D Virus ( HDV ) atau virus delta adalah virus yang unik, yang tidak lengkap dan untuk replikasi memerlukan keberadaan virus hepatitis B. Penularan melalui hubungan seksual, jarum suntik dan transfusi darah. Gejala penyakit hepatitis D bervariasi, dapat muncul sebagai gejala yang ringan (ko-infeksi) atau amat progresif.

Hepatitis EGejala mirip hepatitis A, demam pegel linu, lelah, hilang nafsu makan dan sakit perut. Penyakit yang akan sembuh sendiri ( self-limited ), keculai bila terjadi pada kehamilan, khususnya trimester ketiga, dapat mematikan. Penularan melalui air yang terkontaminasi feces.

Hepatitis FBaru ada sedikit kasus yang dilaporkan. Saat ini para pakar belum sepakat hepatitis F merupakan penyakit hepatitis yang terpisah.

Hepatitis GGejala serupa hepatitis C, seringkali infeksi bersamaan dengan hepatitis B dan/atau C. Tidak menyebabkan hepatitis fulminan ataupun hepatitis kronik. Penularan melalui transfusi darah jarum suntik.

Hepatitis C-Dari semuanya, virus hepatitis C dianggap yang paling berbahaya dibandingkan dengan virus hepatitis lainnya, karena 80% penderita terinfeksi bisa menjadi infeksi yang menahun dan bisa berkelanjutan menjadi hepatitis kronik kemudian sirosis hati, kanker hati dan kematian. Virus hepatitis C adalah suatu virus RNA dari keluarga Flaviriradae. Terdapat 6 genotipe dan lebih dari 50 subtipe. Setiap subtipe masing-masing berbeda sekitar 20-23% berdasarkan perbandingan keseluruhan genom. Respons limfosit T yang menurun dan kecenderungan virus untuk bermutasi nampaknya menyebabkan tingginya angka infeksi kronis. Keberagaman ini memiliki implikasi diagnostik dan klinis, yang menyebabkan sulitnya pengembangan vaksin dan sedikitnya respons terapi.

Dalam survei massal yang dilakukan oleh subbagian Hepatologi FKUI, sekitar 4% penduduk Indonesia terinfeksi virus hepatitis C. Sementara menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2000, angka kejadian infeksi VHC di Indonesia hampir 2,4% dari seluruh penduduk (sekitar 7 juta orang). VHC genotipe 1 merupakan genotipe yang paling sering ditemukan di Indonesia (sekitar 60%-5%). Genotipe 1 bertanggung jawab hingga pada 60-65 persen semua infeksi virus hepatitis C di Indonesia dan genotipe ini dihubungkan dengan respons pengobatan yang lebih rendah.

Jika anda penderita Hepatitis C, sangat penting untuk mengkonsumsi makanan sehat dan menghindari alkohol. Alkohol akan memperparah kerusakan hati anda, baik anda dalam pengobatan ataupun tidak. Salah satu gejala umum dari Hepatitis C adalah kelelahan kronis. Kelelahan juga bisa sebagai efek samping pengobatan Hepatitis C. Rasa lelah akibat Hepatitis C dapat diatasi dengan istirahat cukup dan menjalankan olah raga yang rutin. Sering kali orang yang menderita Hepatitis C tidak menunjukkan gejala, walaupun infeksi telah terjadi bertahun-tahun lamanya. Gejala umum hepatitis C adalah lelah, hilang selera makan, sakit perut, urin menjadi gelap dan kulit atau mata menjadi kuning (“jaundice”).

Virus Hepatitis C sangat pandai merubah dirinya dengan cepat. Hal ini merupakan alasan mengapa tubuh tidak dapat melawan virus dengan efektif dan penelitian belum dapat membuat vaksin melawan virus Hepatitis C. Genotipe tidak menentukan seberapa parah dan seberapa cepat perkembangan penyakit Hepatitis C, akan tetapi genotipe tertentu mungkin tidak merespon sebaik yang lain dalam pengobatan.

Penularan Hepatitis C biasanya melalui kontak langsung dengan darah atau produknya dan jarum atau alat tajam lainnya yang terkontaminasi. Dalam kegiatan sehari-hari banyak resiko terinfeksi Hepatitis C seperti berdarah karena terpotong atau mimisan, atau darah menstruasi. Perlengkapan pribadi yang terkena kontak oleh penderita dapat menularkan virus Hepatitis C (seperti sikat gigi, alat cukur atau alat manicure). Resiko terinfeksi Hepatitis C melalui hubungan seksual lebih tinggi pada orang yang mempunyai lebih dari satu pasangan.

Penularan Hepatitis C jarang terjadi dari ibu yang terinfeksi Hepatitis C ke bayi yang baru lahir atau anggota keluarga lainnya. Walaupun demikian, jika sang ibu juga penderita HIV positif, resiko menularkan Hepatitis C sangat lebih memungkinkan. Menyusui tidak menularkan Hepatitis C.

Jika anda penderita Hepatitis C, anda tidak dapat menularkan Hepatitis C ke orang lain melalui pelukan, jabat tangan, bersin, batuk, berbagi alat makan dan minum, kontak biasa, atau kontak lainnya yang tidak terpapar oleh darah. Seorang yang terinfeksi Hepatitis C dapat menularkan ke orang lain 2 minggu setelah terinfeksi pada dirinya. Penyakit Hepatitis C tidak dapat menular melalui kontak fisik saja tanpa melibatkan darah sehingga tidak masalah untuk memeluk dan mencium anggota keluarga anda.

Hal-hal penting berkaitan dengan liver (hati)

Mohon bantuan saudara/i mengisi polling dibawah ini, setiap suara yang anda berikan akan menjadi dukungan moril bagi penderita hepatitis.

Jika anda seorang pekerja keras, sering kelelahan yang berlebihan dan disertai makanan sedikit, maka sebaiknya anda lebih berhati-hati karena hal-hal seperti itu adalah penyebab beban hati yang berlebihan.  Berikut dibawah ini akan diberitahukan hal-hal yang terlihat sederhana namun punya efek jangka panjang didalam hidup.

Beberapa penyebab kerusakan hati adalah:

  1. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab utama.
  2. Tidak buang air di pagi hari.
  3. Pola makan yang tidak teratur maupun terlalu berlebihan.
  4. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan.
  5. Tidak makan pagi.
  6. Terlalu banyak mengkonsumsi minuman beralkohol.
  7. Minyak goreng yang tidak sehat. Sedapat mungkin kurangi penggunaan minyak goring saat menggoreng makanan yang digoreng bila kita dalam kondisi penat, kecuali dalam kondisi tubuh yang fit.
  8. Mengkonsumsi masakan mentah (atau sangat matang) juga menambah beban hati. Sayur mayur dimakan mentah atau dimasak matang 3/5 bagian. Sayur yang digoreng harus dimakan habis saat itu juga, jangan disimpan.
  9. Bekerja keras yang tidak diiringi dengan istirahat yang cukup dapat menambah beban hati (overwork).

— Pola hidup sehat dan makanan bergizi akan menjaga kesehatan hati kita —

thanks,

Dumex

** diambil dari berbagai sumber

recomended references :

http://www.liverdoctor.com,

http://hepatitis.roche.co.id/,

http://www.medicastore.com/hepatitis_c.


Responses

  1. Thank ya, Udah berbagi informasi yang sangat penting. Apalagi buat mahasiswa-2 yang suka bergadang. :D

  2. sebagai bahan bacaan

  3. thanks arry

  4. makasih infonya mas,sy sekarang lagi bimbang, bibi saya di fonis dokter kena liver.
    dia baru aja ngelahirin bayinya baru 1 minggu kmaren.yahhh kasian banget saya cuma bisa nolong do’a dan materi seadanya, apa yang harus sy buat….
    salam kenal

  5. buat bolan, saya bersedih mendengarnya, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah memberi dukungan moril pada bibi utk tetap semangat. Ada baiknya juga menyediakan teh manis hangat setiap pagi dan sore utk menambah stamina. Itu yang saya dan keluarga lakukan sebelum papa (yg kena hepatitis juga) pergi menghadap Tuhan.

    Semangat yah..

  6. makasih banget infonya, bisa saya buat tambah pengetahuan, karna baru baru ini ada keluarga saya yang divonis kena liver dan telah pergi menghadap Yang Kuasa.

  7. thanks atas share-nya yah.. semoga kamu dan keluarga dikuatkan oleh-Nya. GBU

  8. Saya sedang dirawat di RS,makanya sedang mencari artikel yang berhubungan dengan sakit saya… selain faktor eksternal, mungkin saya suka mengkonsumsi minuman suplemen, serta obat sakit kepala (kalau saya stress/kepanasan..sakit dech kepala)…
    Semoga sakit ini (jarang orang dari awal mengetahuinya).. tidak menimpa keluarga kami lagi (pada khususnya), serta orang-orang yang disayangi oleh kita…Hiduplah dengn pola yang sehat.
    terimakasih..

  9. maksih atas infonya.apa yang harus kita hindarkan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.